Meski
hanya sebuah kegiatan mengunyah, ternyata makan permen karet dapat memengaruhi kemampuan otak dalam menggapai
prestasi. Tidak heran jika olahragawan seperti atlet sepakbola dan
basket sering kedapatan mengunyah permen karet saat bertanding. Itu
dilakukan agar menstimulasi otak untuk meningkatkan kinerjanya.
Mengunyah
permen karet juga efektif mendongkrak prestasi belajar siswa saat harus berhadapan dengan
ujian sekolah. Mereka yang mengunyah permen karet saat mengerjakan soal, mampu
meraih nilai yang lebih baik dibanding siswa yang tidak ada gerakan mengunyah
di mulutnya. Menurut Profesor Serge Onyper, seorang psikolog dari St. Lawrence
University di Canton, New York, meningkatnya kemampuan otak tersebut
dipicu oleh pengaruh “gairah mengunyah” atau mastication-induced
arousal.
Dalam penelitian Onyper, saat siswa mengunyah permen karet , ada waktu selama kurang lebih 20 menit bagi otak siswa itu untuk menunjukkan prestasi lebih dalam mengerjakan soal. Hanya saja, Onyper tidak menyarankan siswa memakannya saat mengerjakan soal. Namun, sebaiknya dilakukan sekitar lima menit sebelum ujian dimulai.
Alasannya, ada aktivitas bertentangan antara mengunyah dengan berpikir. Jika mengunyah permen karet dilakukan sebelum ujian, pikiran dapatberkonsentrasi penuh tanpa terganggu dengan kegiatan mengunyah. Dan, otak dalam masa “gemilangnya” untuk diajak berpikir.
Dalam penelitian Onyper, saat siswa mengunyah permen karet , ada waktu selama kurang lebih 20 menit bagi otak siswa itu untuk menunjukkan prestasi lebih dalam mengerjakan soal. Hanya saja, Onyper tidak menyarankan siswa memakannya saat mengerjakan soal. Namun, sebaiknya dilakukan sekitar lima menit sebelum ujian dimulai.
Alasannya, ada aktivitas bertentangan antara mengunyah dengan berpikir. Jika mengunyah permen karet dilakukan sebelum ujian, pikiran dapatberkonsentrasi penuh tanpa terganggu dengan kegiatan mengunyah. Dan, otak dalam masa “gemilangnya” untuk diajak berpikir.
02.31
Unknown